Jurnalistika.id – Dijuluki sebagai orang terkaya di Asia, Hui Ka Yan kini mempunyai tumpukan hutang. Hal tersebut lantaran saham perusahaan miliknya Evergrade anjlok hingga 26 persen.
Anjloknya saham perusahan Evergrade pada minggu ini membuat Hui kan Yan mengalami kerugian hingga USD 3,35 miliar.
Sementara, banyaknya analis memperkirakan taipan Hui Ka Yan yang dulu banyak akal ini kehabisan ide untuk keluar dari krisis utang yang tengah di deritanya.
Baca juga: 2021, Dinsos Tangsel Berikan Bansos Kepada 124.086 KK
Kondisi ini adalah peristiwa dramatis bagi Hui yang empat tahun lalu di nobatkan sebagai orang terkaya di Asia. Kekayaannya bersihnya mencapai USD 45,3 miliar. Per hari ini kekayaanya hanya tersisa USD 17,2 miliar.
“Krisis utang Evergrande semakin cepat,” kata Shen Chen, dari Shanghai Maoliang Investment Management.
Investor khawatir terhadap krisis keuangan di Evergrande dan akan mendorong lembaga keuangan untuk memotong pendanaannya dan menuntut pembayaran pinjaman segera.
Pada tahun lalu, Perusahaan raksasa properti China, Evergrande Group, tengah mencari pendanaan lewat penjualan saham sebesar US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 16 triliun untuk melunasi utangnya.
Baca juga: Mencuat Tania Ayu, Diduga Artis Inisial TA Bertarif 30 Juta
Perusahaan properti itu memiliki utang terbesar di dunia ini berencana menjual 490 juta saham lewat mekanisme top-up placement dengan tawaran harga sekitar HK$ 16,5-HK$ 17,2. Itu terdiskon 14,7 persen dari harga penutupan terakhir perdagangan saham Evergrande.