Jurnalistika
Loading...

Lowongan Pendamping PKH Tidak Benar, Ini Kata Kemensos

  • Jurnalistika

    04 Feb 2025 | 10:25 WIB

    Bagikan:

image

Ilustrasi hoaks.

jurnalistika.id – Kementerian Sosial (Kemensos) mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi palsu yang beredar di media sosial. Apalagi terkait rekrutmen Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Kemensos menegaskan bahwa saat ini tidak ada pembukaan lowongan kerja untuk posisi tersebut. Sehingga segala informasi yang beredar mengenai hal tersebut bisa dikatakan hoaks.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, @kemensosri, pihak Kemensos memastikan bahwa informasi yang beredar adalah hoaks.

“Saat ini tidak ada proses rekrutmen pendamping PKH oleh Kementerian Sosial khususnya di Direktorat Jaminan Sosial,” demikian pernyataan resmi Kemensos yang dikutip pada Senin (3/2/2025).

Baca juga: Lowongan Kerja BUMN Lulusan IT S1 di Jakarta Februari 2025, Yuk Cek!

Hoaks tersebut beredar dalam bentuk gambar yang mencatut nama Kemensos, lengkap dengan detail palsu mengenai syarat dan tata cara pendaftaran.

Penyebarannya semakin masif di berbagai platform media sosial, seperti TikTok dan Facebook, sehingga berpotensi menyesatkan masyarakat, terutama para pencari kerja.

Kemensos meminta masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi melalui sumber resmi sebelum mempercayai atau membagikan informasi terkait lowongan kerja.

Langkah ini penting untuk mencegah penyalahgunaan data dan potensi penipuan yang dapat merugikan masyarakat luas.

Sangat penting juga untuk masyarakat mengetahui ciri-ciri lowongan palsu yang mengatasnamakan pemerintah. Misalnya, teliti melihat link yang tertera dalam lowongan tersebut.

Sebelum mengklik, utamakan untuk mencari informasi terlebih dahulu di link resmi pemerintah terkait. Dengan begitu, akan lebih mudah terhindar dari hoaks maupun penipuan.

Ikuti dan baca berita Jurnalistika lainnya di Google News, klik di sini

Hoaks

Lowongan kerja

Pendamping pkh


Populer

Cara Oplos Ala Maling Uang Rakyat: Pertalite Diubah Jadi Pertamax
Tentang Kami
Karir
Kebijakan Privasi
Pedoman Media Siber
Kontak Kami