Sabtu, 25 Juni 2022

Tentang KamiRedaksiKontak Kami
Jurnalistika

Inilah 7 Negara Paling Terdidik di Dunia

  • Dianty Rosirda

    26 Apr 2022, 10:54 WIB

    Bagikan:

image

Ilustrasi Negara Paling Terdidik di Dunia (Dok: Adam Winger/Unsplash)

jurnalistika.id – Pendidikan merupakan hal penting untuk menunjang masa depan baik individu maupun sebuah bangsa. Pendidikan ditentukan juga oleh kemampuan literasi. Negara paling terdidik di dunia umumnya memiliki tingkat literasi yang tinggi.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, literasi adalah kemampuan membaca dan menulis. Selain itu, dapat didefinisikan pula sebagai pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu. Literasi juga memiliki makna kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup. Tingkat literasi dapat menentukan luasnya jenis pekerjaan dan jenjang karier yang tinggi.

Menurut Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), tingkat pendidikan suatu negara ditentukan oleh persentase penduduk berusia 25 hingga 64 tahun yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi. Laporan UNESCO tahun 2017 menyebutkan bahwa jumlah penduduk yang menyelesaikan pendidikan tinggi meningkat dari 100 juta pada tahun 2000 menjadi 207 juta pada tahun 2014.

Kemampuan literasi berhubungan langsung dengan tingkat ekonomi dan kemajuan suatu negara. Umumnya, negara dengan tingkat literasi yang rendah berasal dari negara yang juga tertinggal secara ekonomi. Pemenuhan kebutuhan akan pendidikan kerap kurang diperhatikan. Bahkan, meskipun sarana pendidikan tersedia, orang tua lebih memilih meminta anak-anak mereka bekerja mencari uang dibandingkan sekolah.

Negara Mana yang Paling Terdidik di Dunia?

Negara Mana Saja yang Paling Terdidik di Dunia?
Ilustrasi Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia (Foto: Jerry Wang/Unsplash)

Melansir laman newsweek.com, berikut 7 negara paling terdidik di dunia berdasarkan persentase penduduk berusia 25 hingga 34 tahun yang menyelesaikan jenjang pendidikan tinggi.

1. Korea Selatan (69,8%)

Berdasarkan laporan OEDC tahun 2019, hampir semua penduduk berusia 25 hingga 34 tahun memiliki kualifikasi pendidikan menengah atas. Korea Selatan mengalokasikan dana untuk pendidikan dasar dan pendidikan tinggi lebih besar dibandingkan rata-rata OEDC. Alokasi dana swasta untuk pendidikan tinggi juga lebih besar daripada pemerintah. Hal itu relevan dengan penghasilan di atas rata-rata penduduk yang menyelesaikan pendidikan tinggi.

2. Kanada (62%)

Di Kanada, hampir 89% penduduk menyelesaikan pendidikan menengah. Penduduk dewasa di Kanada sebagian besar juga telah menyelesaikan jenjang pendidikan tinggi. Meskipun demikian, hanya 10 persen penduduk yang memiliki gelar master atau doktor. Persentase ini berada di bawah rata-rata OEDC yaitu 15 persen.

3. Rusia (62,1%)

Sebagai salah satu negara paling terdidik di dunia, Rusia tidak mengalokasikan anggaran pendidikan yang tinggi. Meskipun demikian, Rusia menyediakan layanan pendidikan yang baik yang diatur oleh Ministry of Education and Science. OEDC menyebutkan bahwa pemerintah Rusia hanya mengalokasikan dana untuk pendidikan tinggi sebesar $8.479 per siswa pada tahun 2016. Padahal rata-rata OEDC saat itu adalah $15.556.

4. Jepang (61,5%)

Seluruh penduduk di Jepang wajib mengikuti wajib belajar sembilan tahun. Sebagian besar dapat membaca dan menulis serta memahami pelajaran matematika, sains, dan lainnya. Jepang menerapkan sistem pendidikan dasar yang ditempuh selama enam tahun, pendidikan menengah pertama dan atas selama tiga tahun, dan pendidikan tinggi selama empat tahun.

Sebagai negara paling terdidik ke empat di dunia, Jepang juga memiliki sistem pendidikan tinggi yang berkembang dengan baik meskipun jumlah siswa dewasa dan internasionalnya relatif lebih rendah dibandingkan negara-negara OEDC.

Laporan OEDC tahun 2018 menyebutkan bahwa lebih dari setengah penduduk Jepang berusia antara 25-64 tahun telah menyelesaikan pendidikan tinggi. Angka ini 13 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata OEDC.

5. Irlandia (55,4%)

Pemerintah Irlandia mewajibkan pendidikan bagi semua anak berusia 6-16 tahun atau hingga menyelesaikan pendidikan menengah, mengikuti ujian, dan mendapatkan ijazah. Namun, pendidikan di Irlandia dimulai saat anak berusia empat atau lima tahun melalui sistem pendidikan anak usia dini. Menurut OEDC, 47 persen penduduk Irlandia berusia 25-64 tahun telah menyelesaikan pendidikan tinggi.

6. Lituania (55,2%)

Lituania berhasil meningkatkan jumlah penduduk yang menyelesaikan jenjang pendidikan tinggi dalam dekade terakhir sehingga memiliki peluang kerja yang lebih besar.

Meskipun Lituania termasuk negara paling terdidik, tetapi alokasi dana pendidikan tingginya yang lebih rendah daripada rata-rata OEDC. Lituania mengalokasikan anggaran pendidikan tinggi sebesar $7,700 per siswa.

7. Luksemburg (55%)

Luksemburg merupakan salah satu negara yang penduduknya banyak menempuh pendidikan tinggi. Gelar master adalah kualifikasi paling umum yang dimiliki penduduk di sana.

Luksemburg menerapkan pendidikan multibahasa mulai dari pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Pendidikan merupakan kewajiban bagi penduduk berusia 4-16 tahun. Sebagian besar sekolah diselenggarakan oleh negara secara gratis.

Negara paling terdidik di dunia telah mengalokasikan dana untuk pendidikan dasar dan pendidikan tinggi lebih banyak dibandingkan rata-rata OEDC. Pihak swasta juga berkontribusi pada jenjang pendidikan tinggi. Dana yang mereka alokasikan lebih tinggi daripada oleh pemerintah.

Tingkat partisipasi pada pendidikan dan pengasuhan anak usia dini juga menempati persentase yang tinggi. Sebagian besar lembaga pendidikan tersebut dikelola oleh swasta.

Laporan OEDC tahun 2017 menyatakan bahwa 90 persen anak berusia 3-17 tahun, 87 persen penduduk berusia 15-19 tahun, dan 50 persen penduduk berusia 20-24 tahun telah menyelesaikan pendidikan.

Namun, di balik negara paling terdidik di dunia terdapat penduduk di negara lain yang tidak berpendidikan karena keterbatasan dalam berbagai hal. Hal itu merupakan ketimpangan bidang pendidikan di dunia yang memerlukan penyelesaian secara komprehensif.

negara terdidik

pendidikan

sisttem pendidikan