jurnalistika.id – Kasus gas elpiji meledak sangat sering terjadi, sehingga penting mengetahui berbagai penyebab hingga cara mengantisipasi. Sehingga bisa meminimalisasi risiko atau bahkan menghindarinya.
Sebagai gas salah satu sumber energi utama di rumah tangga dan industri, gas elpiji juga terkadang tidak digunakan dengan benar. Alhasil, bisa menjadi ancaman serius.
Ledakan gas sering kali terjadi akibat kebocoran yang dibiarkan atau kesalahan penggunaan. Biar kamu lebih waspada, simak beberapa penyebab gas meledak yang paling umum terjadi dan bagaimana cara mencegahnya berikut.
1. Kebocoran Gas yang Tidak Disadari
Kebocoran gas adalah penyebab utama ledakan. Gas yang bocor bisa mengisi ruangan dan menjadi sangat mudah terbakar jika terkena percikan api.
Baca juga: Tips Efektif untuk Trading Jangka Panjang Tanpa Biaya Swap
Kebocoran ini bisa terjadi karena regulator longgar atau rusak. Lalu selang gas yang retak atau bocor dan Katup tabung gas yang tidak tertutup rapat
2. Percikan Api dari Listrik atau Kompor
Saat gas bocor, percikan api sekecil apa pun bisa menyebabkan ledakan. Beberapa sumber percikan api yang sering jadi pemicu ledakan seperti menyalakan kompor saat ada kebocoran gas.
Kadang bisa dikarenakan saklar listrik yang dipencet dalam ruangan penuh gas. Kemudian, penggunaan alat elektronik seperti pemantik api atau colokan listrik yang korsleting
3. Penggunaan Peralatan yang Tidak Standar
Pakai alat gas yang asal murah tanpa memeriksa keamanannya? Bisa jadi bumerang! Peralatan gas yang tidak standar lebih rentan bocor atau tidak bekerja dengan baik.
- Beberapa contoh kelalaian ini antara lain:
- Memakai regulator tanpa SNI
- Menggunakan selang gas yang tidak tahan panas dan tekanan
- Memakai kompor yang sudah berkarat dan bocor
4. Penyimpanan Tabung Gas yang Salah
Banyak orang menaruh tabung gas di tempat yang salah tanpa menyadarinya. Posisi tabung yang buruk bisa meningkatkan risiko kebocoran dan ledakan.
Misalnya, menyimpan gas di tempat tertutup tanpa ventilasi, meletakkan tabung gas dekat sumber panas seperti kompor atau oven, dan menyimpan tabung gas dalam posisi miring atau terbalik
5. Kurangnya Ventilasi di Dapur
Dapur yang pengap dan tidak memiliki sirkulasi udara yang baik bisa membuat gas yang bocor terperangkap lebih lama. Ini meningkatkan risiko kebakaran atau ledakan jika ada sumber api.
Cara Antisipasi agar Gas Tidak Meledak
1. Gunakan Regulator dan Selang Berkualitas
Pastikan regulator dan selang gas yang kamu pakai memiliki sertifikasi SNI. Jangan ragu untuk mengganti selang gas setiap 1-2 tahun sekali untuk mencegah kebocoran.
2. Periksa Kebocoran Gas Secara Rutin
Sebelum menyalakan kompor, selalu cek apakah ada bau gas menyengat. Jika ragu, lakukan tes sederhana dengan air sabun. Jika muncul gelembung saat dioleskan ke selang atau regulator, berarti ada kebocoran.
3. Jangan Menyalakan Api atau Listrik Jika Tercium Bau Gas
- Kalau kamu mencium bau gas yang kuat, jangan panik! Segera lakukan langkah berikut:
- Buka pintu dan jendela untuk ventilasi
- Tutup regulator gas dengan hati-hati
- Jangan menyalakan listrik atau api, termasuk menyalakan lampu
Simpan Tabung Gas di Tempat yang Aman
Letakkan tabung gas di tempat yang memiliki ventilasi baik dan jauh dari sumber panas. Jangan menaruhnya di dekat kulkas atau oven yang bisa memicu lonjakan panas.
Gunakan Kompor dengan Teknologi Keamanan
Saat ini banyak kompor yang dilengkapi fitur pengaman seperti katup otomatis yang akan menutup aliran gas jika terjadi kebocoran. Pilih kompor yang sudah memiliki standar keamanan tinggi.
Ledakan gas bukan hal sepele, tapi bisa dicegah dengan langkah yang tepat. Mulai dari pemilihan peralatan gas yang aman, pemeriksaan rutin, hingga cara penyimpanan yang benar, semuanya berperan besar dalam mencegah insiden berbahaya.
Ikuti dan baca berita Jurnalistika lainnya di Google News, klik di sini